Desa Belendung dengan luas 386,46 Ha/m2, terletak di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Desa ini berada pada 144 meter di atas permukaan laut. Curah hujan sebesar 5 mm per tahun, kelembapan sebesar 30%, Suhu udara berkisar 24-32 derajat Celcius sehingga dapat dikategorikan sebagai daerah panas.

Akses dari dan menuju Desa Belendung mudah dijangkau, sebab jarak dari Desa Belendung ke pusat kota hanya berkisar 5 km dan jarak Desa Belendung ke Kecamatan Cibogo kurang lebih 7 km.

Desa Belendung dipimpin oleh Kepala Desa dan terbagi atas empat dusun, yaitu: Dusun I Belendung, Dusun II Belendung, Dusun Parigi, dan Dusun Sukajaya, dengan 11 RW dan 30 RT.

Jumlah penduduk di Desa Belendung berjumlah 4.700 jiwa, rasio jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan adalah 1:1 dengan jumlah penduduk laki-laki berjumlah 2.439 jiwa dan jumlah penduduk perempuan berjumlah 2.261 jiwa. Sedangkan jumlah kepala keluarga di Desa Belendung adalah 1426 Kepala Keluarga (KK).

Tingkat pendidikan di Desa Belendung tergolong baik karena mayoritas warga Desa Belendung hanya mengenyam sampai pendidikan tingkat menengah atas.

Tingkat kesehatan di Desa Belendung cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan adanya sarana dan prasarana kesehatan yang cukup memadai, seperti praktik dokter, bidan, posyandu, posbindu, dan kader.

Desa Belendung memiliki potensi alam yang besar dalam bidang pertanian. Letak geografis Desa Belendung yang terletak di dataran rendah menjadikan desa ini berpotensi sebagai lahan pertanian dengan luas 280,50 Ha.

Mayoritas penduduk Desa Belendung bermatapencarian sebagai petani. Hal ini menjadikan potensi dan sumber daya alam paling besar yang dikembangkan di Desa Belendung adalah sektor pertanian.

Selain sektor pertanian, Desa Belendung juga memiliki potensi-potensi penunjang lainnya, seperti sektor peternakan dan perikanan.

Dalam sektor peternakan, Desa Belendung memiliki beberapa hewan ternak seperti, sapi, kerbau, ayam kampung, ayam broiler, domba, dan burung puyuh. Beberapa dari hasil ternak tersebut dijual ke pengecer, dijual ke pasar hewan dan dijual langsung ke konsumen.

Desa Belendung memiliki lahan seluas 16,67 Ha/m 2 untuk budidaya ikan air tawar. Jenis ikan yang diproduksi di desa Belendung mayoritas adalah ikan mas, yaitu sebanyak 352 ton/tahun. Jenis ikan lainnya adalah mujair sebanyak 92 ton/tahun dan nila sebanyak 171 ton/tahun.

Selain memperoleh Dana Desa, sumber pendapatan Desa Belendung berasal dari pendapatan desa, pos bantuan dari tingkat kabupaten, bantuan pemerintah pusat, bantuan infrastruktur, pordes dan porseni.

Penggunaan Dana Desa untuk Desa Belendung, telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Tahap I terealisasi 60% untuk membenahi infrastruktur dengan output berupa jalan hotmix satu paket dan Jalan beton dengan panjang 100 meter.

Dari pembangunan jalan tahap I, belum keseluruhan wilayah Desa Belendung memperoleh sarana jalan, penduduk setempat berharap untuk Tahap II dapat segera terealisasi keseluruhan, sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Desa Belendung terbantu pula dengan adanya industri sepatu “NIKE” milik pengusaha asal Taiwan. Dari perusahaan itu, Desa Belendung mendapatkan sumbangan dana dari pihak ketiga sebesar 60 juta rupiah.

Dengan Regulasi yang sudah ditetapkan, Para Perangkat Desa dan masyarakat merasakan dampak pembangunan yang semakin terarah. Menurut Dadang, seorang Peternak ayam, dengan adanya jalan yang diwujudkan dari pembiayaan dana desa, akomodasi dan distribusi hasil ternak semakin mudah dan lancar.

Warga desa pun ikut senang dengan hadirnya pembangunan jalan desa, sehingga menjadi lebih rapih dan nyaman, tidak ada lagi jalan yang becek di waktu musim penghujan.

Kepala Dinas Pembangunan Desa merasa optimis atas kinerja Kepala Desa Belendung yang dapat membangun komunikasi yang baik dengan seluruh perangkat daerah, sehingga Dana Desa yang dialokasikan dapat segera diwujudkan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam Nawacita.

Membangun infrastruktur salah satunya adalah jalan desa, sehingga dapat cepat dinikmati oleh penduduk desa yang beraktivitas khususnya untuk mengangkut hasil kegiatan masyarakat desa seperti hasil panen padi, budidaya ikan, dan lain-lain.

Menurut Ketua RW setempat, dengan adanya jalan desa, masyarakat semakin semangat dan rajin untuk melaksanakan aktivitas, olah raga, kegiatan keagamaan. Berbagai kegiatan ekonomi semakin meningkat, usaha warung rakyat juga semakin ramai dan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari semakin mudah, itu semua karena sarana transportasi yang lancar.

Pada tahap ini, satu paket jalan hotmix dan Jalan beton dengan panjang 100 meter, menjadi simbol kesuksesan pengelolaan Dana Desa pada Desa Belendung. Optimisme masyarakat dalam mendukung kinerja perangkat desa menjadikan pengelolaan Dana Desa berlangsung tepat sasaran dan tepat guna.

Kondisi inilah yang semestinya terjadi di setiap desa. Sebuah sinergi antara masyarakat dan perangkat desa dalam melakukan proses pembangunan demi kemajuan bersama, menjadikan kemajuan Desa Belendung Semakin Tak Terbendung.

%d blogger menyukai ini: