Ma Mo Tu Barema-rema Tu Bangun desa darat Kita. Lamen No To Ta, Ba Pidan Mo. Lamen No Kita, ba sai Mo atau Marilah kita bersama-masa m embangun desa kita. Jika tidak sekarang, kapan lagi. Jika bukan kita, siapa lagi.

Itulah semboyan masyarakat Baru Tahan. Maka, tak heran, keberhasilan mengejewantahkan semboyan tersebut membuat Gubernur Nusa Tenggara Barat menganugerahkan Piagam Penghargaan kepada desa Baru Tahan yang berhasil meraih Juara II Se-NTB dalam kategori penggunaan Dana Desa.

Desa Baru Tahan merupakan gabungan Desa Baru dan Desa Tahan, yang dibentuk pada tahun 2006. Desa Baru Tahan berada di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Bentang wilayah Desa Baru Tahan merupakan dataran rendah dengan aliran dan bantaran sungai, serta perbukitan di pinggiran desa.

Pemanfaatan lahan yang ada, digunakan untuk pemukiman dan persawahan. Dengan luasnya area persawahan, maka tidak heran jika mata pencaharian utama penduduk adalah petani.

Jumlah penduduk Desa Baru Tahan menurut statistik Buku Profil Desa Tahun 2016 adalah sebanyak 1.667 Jiwa, dengan 844 orang laki-laki dan 823 orang perempuan. Dari jumlah tersebut diketahui sebanyak 247 orang merupakan penduduk yang aktif bekerja.

Adapun latar belakang pendidikan penduduk desa, diketahui sebanyak 45% penduduk tamat SD/Sederajat, 22% tamat SLTP/Sederajat, 21% adalah tamat SLTA/Sederajat, 5% tamat S1 dan sisanya adalah lain-lain. Statistik ini menjadi tantangan bagi aparat desa Baru Tahan dalam menjalankan pemerintahan desanya.

Desa Baru Tahan telah mulai mengelola Dana Desa untuk pelaksanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur desa. Sampai dengan saat ini, hasil pembangunan tersebut telah banyak terlihat, terutama dari tampilan desa Baru Tahan yang tampak rapi dengan jalan Paving Block yang sudah mengelilingi desa.

Selain itu, juga ada pembangunan tanggul sungai untuk mengantisipasi banjir, pembangunan saluran irigasi dan drainase serta pembangunan Jalan Usaha Tani yang membelah sawah petani di pinggiran desa.

Jalan ini dirasakan sangat membantu para petani untuk mendistribusikan hasil pertanian mereka ke kota Sumbawa. Untuk tahun ini, juga dilakukan pembangunan pos-pos ronda di beberapa tempat di desa Baru Tahan.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, pengelolaan dana desa tahun 2017 ini oleh Desa Baru tahan juga diarahkan untuk bantuan modal usaha untuk masyarakat dan pengembangan usaha masyarakat melalui Badan Usaha milik Desa yang didirikan pada awal tahun 2017. BUMDes ini sementara bergerak di Usaha Simpan Pinjam.

Hal paling menonjol dari Desa Baru Tahan adalah tata kelolanya. Ada lima komponen utama yang dijadikan dasar dalam pengelolaan desa, yaitu: pertama, perhatikan kenyamanan perangkat desa dalam bekerja, mulai dari sarana hingga prasarana. Apabila sarana dan prasarana ada, maka pelayanan kepada masyarakat tidak akan tertunda.

Kedua, selalu berkoordinasi dengan perangkat desa, terutama dengan Kepala Dusun, agar semua program dapat berjalan dengan lancar.

Ketiga, jalin komunikasi dengan masyarakat, melihat dan mendengar apa kebutuhan mereka.

Keempat, selalu lakukan pendekatan kekeluargaan setiapada masalah di dalam masyarakat. Kelima, merangkul semua pihak, agar tercipta sinergi yang baik demi kebaikan bersama di desa Baru Tahan.

Proses pelaksanaan pembangunan desa, senantiasa melibatkan seluruh masyarakat Desa Baru Tahan. Pertanggungjawaban keuangan pun dilakukan dengan rapi dan teliti, serta disampaikan kepada masyarakat secara transparan, dengan memasang baliho di depan Kantor Desa, yang berisi rincian dana dan pengalokasiannya.

Tampilan pusat layanan di kantor desa pun nampak modern, karena layout tempat pelayanan kepada warga telah diubah seperti layout Front Office di kantor-kantor modern, lengkap dengan standing banner alur pelayanan yang cepat dan nyaman bagi warga yang memiliki keperluan.

Atas hal tersebut, pada tahun 2016, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Prov. Nusa Tenggara Barat menetapkan Desa Baru Tahan sebagai salah satu desa dari 5 Desa Prospektif Penyelenggara Good Governance Pengelolaan Keuangan Desa Tahun 2016 Lingkup Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Baru Tahan terpilih sebagai satu-satunya wakil dari Kabupaten Sumbawa.

Transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa menjadi kunci penggunaan Dana Desa di Desa Baru Tahan. Masyarakat mengerti alokasi-alokasi belanja Dana Desa tersebut dan langsung-tak langsung terlibat dan memiliki perasaan yang baik tentang Dana Desa.

Implikasinya adalah secara langsung atau tak langsung masyarakat akan turut serta mengawal penggunaan Dana Desa dan aparat desa akan semakin bertanggung jawab pada penggunaan Dana Desa tersebut

%d blogger menyukai ini: