Desa Banyuanyar merupakan salah satu Desa di wilayah Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Secara geografis Desa Banyuanyar terletak pada dataran tinggi yang mempunyai cuaca cukup sejuk dan tekstur tanah yang cenderung kering.

Desa ini dilewati oleh sungai kecil yang mengalir sepanjang tahun sehingga cocok dan potensial untuk pengembangan sektor peternakan dan perkebunan. Wilayah Desa Banyuanyar membentang seluas 226.634 Ha. Secara administratif, desa ini terbagi dalam 4 wilayah Dusun yang terdiri dari 9 Dukuh.

Jumlah penduduk Desa Banyuanyar berdasarkan data semester II tahun 2016 sebanyak 2.495 orang, terdiri dari 736 KK dengan komposisi jumlah penduduk laki-laki sebesar 1.244 orang dan perempuan sebanyak 1.511 orang.

Mayoritas mata pencaharian penduduk Desa Banyuanyar adalah sebagai peternak sapi. Beberapa usaha kecil dan menengah yang dikelola oleh Kelompok Tani desa Banyuanyar juga berkembang dengan baik seperti produksi es krim susu dan yoghurt yang telah mendapatkan sertifikat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, pembuatan konsentrat pakan ternak dari bahan limbah kopi, dan beberapa industri kuliner lainnya.

Dari struktur APBDes Desa Banyuanyar tahun 2017, terlihat bahwa Dana Desa sebesar Rp 786 juta merupakan tulung punggung penerimaan desa dengan memberikan kontribusi sebanyak 57,33% dari total pendapatan desa.

Empat tahun yang lalu Desa Banyuanyar merupakan desa terisolasi dari wilayah sekitarnya. Kondisi infrastruktur jalan Desa Banyuanyar yang rusak menjadi penyebab utama.

Jalan desa yang beberapa tahun lalu dirintis secara swadaya oleh warga desa hampir di setiap tempat telah terkelupas aspalnya sehingga tinggal menyisakan tanah dan bebatuan kecil.

Apabila musim penghujan tiba, kondisi jalan berubah menjadi licin dan membahayakan masyarakat pengguna jalan, sebaliknya apabila musim kemarau debu-debu yang berterbangan sangat mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat yang setiap hari tinggal dan beraktivitas di sekitar jalan desa.

Adanya kebijakan Dana Desa dari pemerintah pusat telah berhasil mengubah wajah Desa Banyuanyar menjadi lebih baik. Perbaikan demi perbaikan sarana dan prasarana desa terus dilakukan oleh aparat dan masyarakat Desa Banyuanyar.

Masyarakat desa Banyuanyar yang sebagian besar adalah peternak sapi perah sangat merasakan manfaat dari pembangunan dan perbaikan infrastruktur.

Distribusi penyaluran susu sapi segar dan produk olahan susu sapi berupa es krim dan yoghurt setiap hari dari Desa Banyuanyar ke Koperasi Unit Desa (KUD) dan pasar di luar wilayah Desa Banyuanyar menjadi lebih lancar dan efisien.

Demikian juga halnya dengan pengangkutan rumput gajah sebagai sumber utama pakan sapi perah dari ladang ke tempat peternakan dapat dilakukan secara lebih maksimal.

Jumlah kunjungan tamu dari berbagai daerah ke Desa Banyuanyar untuk melakukan studi banding mengenai peternakan sapi perah dan pembuatan yoghurt pun semakin meningkat berkat infrastruktur jalan yang memadai.

Sektor infrastruktur selain jalan yang mendapatkan prioritas pembiayaan dari Dana Desa adalah pembangunan sarana air bersih sebab belum semua masyarakat Desa Banyuanyar dapat menikmati air PDAM.

Hal tersebut disiasati oleh pemerintah desa Banyuanyar dengan melakukan pipanisasi air bersih dari sumur artesis ke rumah penduduk yang belum dapat menikmati layanan PDAM tersebut.

Program pemberdayaan masyarakat juga mendapatkan porsi pembiayaan sebesar 10% dari Dana Desa tahun 2017. Dana ini dipergunakan untuk membangun fasilitas internet gratis bagi warga desa. Sampai dengan saat ini telah terpasang 12 titik hot spot di seluruh wilayah Desa Banyuanyar yang dapat diakses secara gratis oleh warga desa setempat.

Dengan adanya fasilitas ini, pemerintah desa berharap semua warga desa akan mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi yang mereka perlukan.

Satu hal yang cukup menarik adalah penggunaan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang digunakan sebagai user dalam penggunaan WIFI sehingga Pemerintah Desa Banyuanyar dapat melakukan monitoring terhadap anak anak atas konten internet yang mereka akses.

Di samping pembangunan fasilitas internet gratis, pemerintah desa Banyuanyar juga memberikan beasiswa kepada para siswa Sekolah Dasar, serta bantuan keuangan untuk operasional PKK, Posyandu dan Karang Taruna sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setempat.

Desa Banyuanyar menjadi salah satu desa yang mampu mengelola dana desa secara optimal. Sektor Infrastruktur yang menjadi prioritas pembangunannya terbukti mampu menjadikan perekonomian desa semakin berkembang. Fasilitas masyarakat yang semakin mudah membuat warga semakin giat dalam membangun kehidupan desa yang lebih berdaya.

%d blogger menyukai ini: