April 2016 lalu, Jembatan Sungai Suban di Desa Bandar Jaya ambruk. Hujan deras yang mengguyur Bandar Jaya menyebabkan air meluap dan menggerus jembatan.

Padahal jembatan berukuran 6×4 meter itu merupakan akses menuju ke sentra produksi pertanian masyarakat. Ambruknya jembatan membuat akses menuju areal perkebunan petani dari empat desa (Desa Bandar Jaya, Umpam, Karang Endah dan Desa Pajarjaya) terganggu.

Jembatan Sungai Suban harus dibangun kembali agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan normal. Dana desa tentunya dapat menjadi solusi untuk pembangunan kembali jembatan tersebut.

Masyarakat Bandar Jaya sebagian besar berprofesi sebagai petani dan buruh tani. Sampai pada akhir tahun 2015, penduduk Desa Bandar Jaya mencapai 1.861 jiwa dengan 583 kepala keluarga. Dari jumlah penduduk tersebut, presentase penduduk yang berada pada usia produktif mencapai 70,23%, terdiri dari 35,57% laki-laki dan 34,66% perempuan.

Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Desa (PAD) sangat bergantung pada hasil pertanian. Karena itulah, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bandar Jaya pun fokus pada bidang pertanian.

Desa Bandar Jaya, yang terletak di bagian timur Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan merupakan desa bentukan dari pemekaran Desa Negeri Pakuan pada tahun 1971. Desa Bandar Jaya memiliki dua dusun, dengan luas wilayah desa Bandar Jaya terdiri dari 140.000 m 2 permukiman penduduk, 1.100.000 m2 areal persawahan, dan 40.000 m2 tanah kekayaan desa.

Desa Bandar Jaya merupakan daerah dataran rendah, tidak berbukit-bukit, dan sebagian areal rawa-rawa. Desa Bandar Jaya sebelah Timur dan Utara berbatasan langsung dengan Desa Sukaraja, sebelah Barat berbatasan langsung dengan Desa Negeri Pakuan, dan sebelah Selatan berbatasan langsung dengan Desa Pahang Asri.

Desa Bandar Jaya termasuk Desa yang memiliki akses ke ibukota kecamatan dan ibukota kabupaten yang baik, dapat ditempuh hanya dengan waktu 45 menit dari Kota Kabupaten dan 30 menit dari Kota Kecamatan.

Pemanfaatan Dana Desa di Desa Bandar Jaya berfokus pada pengembangan ekonomi desa dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Desa Bandar Jaya turut memperhatikan perkembangan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat melalui penyertaan modal pada BUMDes yang notabene sangat dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton sudah selesai dilaksanakan dan masyarakat juga sudah merasakan manfaatnya.

Tahun 2017 merupakan tahun ketiga desa ini mendapatkan transfer Dana Desa. Pemanfaatan Dana Desa di Desa Bandar Jaya ini dapat dinilai berhasil dan tepat sasaran. Pasalnya, penyerapan Dana Desa dua tahun terakhir selalu mencapai di atas 95%. Sementara itu, penyerapan Dana Desa pada tahap I tahun 2017 yang telah mencapai 60% sudah selesai dilaksanakan dan Desa Bandar Jaya telah siap untuk melakukan pencairan tahap II.

Untuk realisasi dana desa pada Desa Bandar Jaya telah mencapai 60%. Dana Desa yang telah direalisasikan ini meliputi penyerapan di Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa sebesar 45,65 juta; Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar 350,18 juta; Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar 8,25 juta dan Pengeluaran Pembiayaaan Penyertaan Modal BUMDes sebesar 43 juta.

Fokus penggunaan Dana Desa pada pengembangan manusia dan ekonomi desa tentu menjadi kunci sukses penggunaan Dana Desa di sana. Membangun bukan sekadar membangun, tetapi didasarkan pada kebutuhan dan potensi dampak yang bisa dihasilkan dari pembangunan tersebut.

%d blogger menyukai ini: