Bangun, seorang Kader Kesehatan Lingkungan, warga Desa Tritih Wetan menciptakan inovasi produk Clorin Difuser yang bisa digunakan oleh masyarakat banyak, khususnya bagi masyarakat di wilayah padat penduduk yang memiliki sumur. Clorin Difuser merupakan produk yang mampu membersihkan dan membunuh bakteri di sumur. Produk sudah banyak dipergunakan oleh warga di Desa Tritih Wetan.

Desa Tritih Wetan terletak di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Bangun mencermati kondisi air sumur yang berada di wilayah padat penduduk biasanya kurang bersih dan kotor. Jarak sumur di daerah padat penduduk dekat sekali dengan pembuangan kotoran manusia, limbah sabun, dan lain sebagainya. Akibatnya, air sumur mudah tercemar.

Nama Inovasi Inovasi Clorin Difuser
Pengelola Kader Kesehatan Lingkungan Desa Tritih Wetan
Nama Inovasi Desa Tritih Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Kontak Bangun

Bangunan rumah banyak yang berhimpit-himpitan. Seharusnya, jarak sumur dengan resapan air limbah kotoran (septic tank) minimal 10 mete. Akibat pertumbuhan permukiman penduduk yang semakin padat, kadang-kadang jarak sumur-septic tank hanya lima meter, tiga meter sehingga air tercemar bakteri. Air sumur digunakan untuk mencuci piring atau baju. Saat itu bakteri menempel di piring, kemudian digunakan untuk makan, maka akan kurang sehat.

Cara membuat produk itu sangat sederhana, yakni dengan cara menyiapkan dua paralon atau pipa dengan ukuran 2 inch dan 1/2 inch masing-masing dengan panjang sekitar 20 cm. Kemudian kedua pipa tersebut diberi beberapa lubang kecil untuk pori-pori.

Setelah kedua pipa siap, untuk pipa kecil diisi kaporit hingga penuh dan dimasukan kedalam pipa besar, dengan catatan pipa besar bagian bawahnya ditutup dengan rapat. Selanjutnya rongga yang masih kosong di pipa besar diisi dengan pasir yang sudah dibersihkan, usahakan posisi pipa kecil berada dibagian tengah pipa besar.

Kemudian ditutup rapat dan diberi tali. Setelah itu alat dimasukan ke dalam sumur atau tempat penampungan air. Alat tersebut akan mulai membunuh bakteri secara bertahap. Kalau ukuran pipa tersebut, satu bulan kaporit akan habis dan harus diisi ulang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dari beberapa sampel sumur di Desa Tritih Wetan, sebelum menggunakan alat tersebut terdapat lebih dari 2400 bakteri Coliform per 100 mili liter sampel air sumur. Namun setelah menggunakan alat selama sekitar 10 hari jumlah bakteri menjadi kurang dari 2 Coliform per 100 mili liter sampel.

Alat ini juga bisa mengurangi bau air yang kadang kurang enak. Bau kaporit juga tidak terlalu menyengat karena alat bekerja secara bertahap, karena ada penyaringan juga dari pasir di pipa.

%d blogger menyukai ini: