Sebagian besar masyarakat pesisir, terutama di daerah kepulauan, belum mendapatkan akses listrik. Hal itu menimbulkan kesenjangan dan menurunnya kesejahteraan bagi pelayan. Cantilever Piezoelectric Energy Harvester with Energy Bank System for Fisherman (CAPTION) merupakan inovasi teknologi dikembangkan untuk memberikan pasukan listrik bagi masyarakat pesisir.

Minimnya pasokan listrik di daerah pesisir melahirkan satirisme sosial. Salah satunya, yakni lemari pendingin ikan acap dialihfungsikan sebagai lemari baju. Kondisi ini sangat memprihatinkan bila terus-menerus menimpa masyarakat nelayan.

CAPTION dikembangkan oleh tiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Brawijaya, yaitu Kevin Rachman Firdaus, Ariq Kusuma Wardana, dan Mohammad Mufti Fajar. Alat ini mampu menyelesaikan masalah elektrifikasi bagi daerah pesisir dibandingkan teknologi generator yang rumit. Alat ini cukup sederhana dan mudah dimanfaatkan oleh nelayan, terlebih biaya produksi alat ini tergolong ekonomis sekitar Rp 950 ribu.

CAPTION berusaha menawarkan alternatif solusi dengan memanfaatkan gelombang laut dan kantilever piezoelektrik. Piezoelektrik adalah alat pemanen energi yang bersumber dari getaran dan diubah menjadi tegangan listrik. Sementara sistem kantilever menghasilkan getaran dan defleksi secara berulang. CAPTION itu fungsinya seperti generator, tepatnya energi harvester yang bertugas untuk mengumpulkan energi.

CAPTION berbentuk gearbox yang diletakkan pada sisi kiri dan kanan kapal yang berisi pelampung, mekanisme gear, blade serta kantilever piezoelektrik. Selain itu, alat ini dilengkapi dengan energy storage berupa accumulator untuk menjadi energy harvester.

Saat pelampung naik akan memicu dan mengggerakan mekanisme roda gear. Proses tersebut kelak melipatgandakan putaran dari roda gigi yang besar ke kecil. Sumber listrik berasal dari material bernama kristal piezoelektrik. Material ini memiliki kelebihan karena lebih mencari keadaan energi yang tidak konstan atau berubah.

Sistem ini menghasilkan energi listrik yang murah dan mudah diaplikasikan. CAPTION mampu menghasilkan energi sebesar 17,84 Wh hingga 22,12 Wh. Daya itu cukup untuk memberi penerangan bagi nelayan saat melaut selama 6-8 jam. Energi ini dapat ditingkatkan tergantung pada kualitas dan kuantitas piezoelektriknya, menambah kuantitas defleksi piezoelektrik, serta lamanya penyimpanan energi.

Selain itu, pemerintah juga menyadari, pembangkitan listrik berbahan dasar batubara perlu direvisi sehingga pemanfaatan renewable energy perlu dimanfaatkan.

%d blogger menyukai ini: