Cabai atau dalam bahasa Jawa disebut lombok merupakan salah satu komoditas pertanian yang mempunyai nilai jual cukup tinggi. Cabai cocok untuk ditanam di seluruh daratan Indonesia yang beriklim tropis. Cabai tumbuh dengan subur ditanam di sawah maupun di ladang.

Saat musim panen harga cabai sangatlah murah akibat pasokan cabai melimpah. Harga cabai antara Rp 5.000 sampai Rp 10.000. Tetapi ketika pasokan cabai dari petani menipis, cabai menjadi komoditas yang langkah dan diburu di pasar, karena stok (persediaan) yang sedikit sedang permintaan akan cabai cukup besar. Sehingga harga cabai menjadi tidak terkendali mencapai kisaran antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000.

Nama Inovasi Cabai Sundari, Inovasi Petani Jadi Produk Unggulan Desa Lembor
Pengelola Pemerintah Desa Lembor
Alamat Desa Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur
Kontak Person M. Naim (Kepala Desa)
Telepon +62-812-3568-216

Desa Lembor, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan memiliki letak geografis berada di lereng gunung dengan kemiringan 45 derajat dan luas areal sekitar 200.000 Ha. Dengan struktur tanah yang berwarna hitam (tanah sawah) maka Desa Lembor berpotensi sebagai areal pertanian subur. Ada sejumlah komoditas pertanian pernah ditanam oleh masyarakat Desa Lembor, mulai dari padi, jagung, singkong, cabai, sayur-sayuran, hingga buah-buahan.

Pada 2002, Sundari, seorang petani Desa Lembor, mencoba menyilangkah empat jenis cabai lokal, yaitu cabai dari Desa Lembor, Wide, Benges, dan Brengkok dengan pola acak dan ditanam dalam satu areal sawah. Dari hasil persilangan empat jenis cabai tersebut muncul satu jenis varietas cabai baru yang berbeda dari empat jenis cabai lokal tersebut.

Sundari tidak bisa mengidentifikasi cabai varietas baru itu dari persilangan cabe yang mana. Cabe varietas baru ini memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan dengan empat jenis cabai lokal yang ada, seperti masa berbuah lebih cepat, batang pohon tidak tinggi, lebih tahan terhadap hama, rasa cabai lebih pedas, dan meski dipanen beberapa kali, buah cabai kualitasnya tetap sama (tidak mengecil).

Cabai varietas unggul tersebut kemudian dibudidayakan dalam satu lahan sawah. Kini, varietas cabai itu berkembang hingga sekarang. Sebagai penghargaan masyarakat Desa Lembor kepada Sundari, cabai varietas unggul tadi diberi nama Lombok Sundari (Cabai Sundari). Sejak itu. masyarakat Desa Lembor yang sebelumnya lebih menanam tanaman holtikultura, kemudian beralih menanam lombok Sundari.

Lombok Sundari sudah terkenal hingga di luar Kabupaten Lamongan. Angka pemesanan bibit Lombok Sundari dari luar kabupaten meningkat tajam. Kini, masyarakat Desa Lembor mengembangkan bibit Lombok Sundari sebagai produk unggulan desa. Setiap hari pemesanan benih lombok mencapai 10 Kg sampai 20 Kg. (Agus Wahid Suyoto, Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa)