Lemahnya sektor usaha pembibitan perikanan menjadi permasalahan umum dalam pengembangan usaha perikanan. Usaha pembibitan ikan nilai di Badan Usaha Milik Nagori “Maju Bersama” Nagori Wonorejo menjadi solusi bagi pengembangan usaha perikanan di desa, bahkan petani-petani ikan dari berbagai daerah datang mencari bibit ikan nila di nagori ini.

Desa Wonorejo terletak di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Badan usaha ini didirikan pada Juli 2017 mengintegrasikan usaha pembibitan ikan warga supaya mampu mencapai skala produktif. Sebagian besar warga Nagori Wonorejo mengembangkan pembibitan ikan nila di lahan sawah.

Nama Inovasi Konsep Sosial Capital
Pengelola Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) Maju Bersama
Alamat Nagori Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara
Kontak
  • Agus Susanto (Direktur BUMNag)- 085275114211
  • Arjuna (TA-PP P3MD-PID) – 082165090234
  • Dewi Kariani Silalahi (TA-PED P3MD-PID) – 08126486085
  • Pada fase awal, masalah utama pelaku usaha perikanan yang sebagian besar belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang usaha perikanan yang berkelanjutan. Usaha mereka juga belum memiliki skala usaha yang layak (economy of scale). Akibatnya, tidak sedikit pelaku usaha perikanan yang hanya sambilan, yang melakukan praktik-praktik usaha perikanan yang tidak berkelanjutan. Tantangan juga datang dari segi permodalan dan pemasaran serta prasarana daya dukung ekosistem.

    Atas pembinaan dari Pemerintah, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN) Kabupaten Simalungun dan bimbingan dari Tenaga Pendamping Profesional (TPPI), pada 2018 BUMNag Maju Bersama dapat berbenah. Mereka melakukan perbaikan pelayanan dengan peningkatan ekonomi nagori dengan berbagai kegiatan inovatif.

    Melalui konsep Modal Sosial (Sosial Capital), BUMNag Maju Bersama memanfaatkan sumberdaya lokal dengan unit Pembibitan Ikan Nila, dimana BUMNag menjalankan usaha perantara yang memberikan jasa pelayanan kepada warga, selain itu juga menjalankan usaha perdagangan dengan memasarkan produksi perikanan masyarakat nagori.

    Keberadaan modal sosial menjadi penting dalam pembangunan nagori dan pemberdayaan masyarakat nagori, tidak hanya terkait dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tapi juga perluasan akses terhadap sumber-sumber daya dan menggali potensi yang ditentukan pula oleh ketersediaan jejaring kerja (network) dan saling percaya (mutual trust) di kalangan masyarakat.

    Kegiatan inovatif dilakukan dengan menggerakkan modal sosial yang dimiliki, yaitu jejaring kerja, kepercayaan dan kerjasama.

    Konsep modal sosial (social capital) menjadi salah satu komponen penting untuk menunjang pembangunan desaI karena dalam model ini, masyarakat desa (nagori) ditempatkan sebagai subjek penting yang menentukan arah penyelenggaraan pembangunan partisipatif.

    Melalui konsep modal sosial (jejaring kerja, kepercayaan, dan kerjasama), yang pertama dirubah adalah perilakau SDM masyarakat nagori dengan paradigm bahwa dalam berusaha secara berkelompok akan lebih kuat, untuk mencapai tujuan diperlukan rasa saling percaya, dan dibutuhkan kerjasama kemtraan.

    Melalui konsep diatas secara perlahan dan pasti keberadaan BUMNag Maju Bersama telah memberikan solusi bagi masyarakat dalam usaha pengelolaan pembibitan ikan. Pada tahun 2019 sudah tercatat 36 kepala keluarga bermitra dengan BUMNag Maju Bersama, dengan lokasi usaha sekitar 6 hektar, setiap periode menghasilkan 2 juta ekor bibit.

    BUMNag Maju Bersama memasarkan produksi bibit ikan masyarakat sekaligus membantu permodalan berupa benih dan pakan. Melalui kegiatan usaha pembibitan ikan yang dikelola BUMNag, masyarakat mulai bergairah dan termotivasi.

    Penerapan konsep modal social di Nagori Wonorejo memberikan dampak yang signifikan. Pertama, peningkatan kondisi dan taraf hidup masyarakat, diukur dari hal-hal seperti : peningkatan pendapatan keluarga, peningkatan taraf hidup keluarga, peningkatan kesehatan gizi keluarga.

    Kedua, peningkatan partisipasi dalam pembangunan, diukur dari peningkatan kesadaran dan kemampuan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan nagori seperti : memberi informasi, memberi sumbangan pemikiran dalam musyawarah nagori, memberi sumbangan tenaga dalam gotong royong, serta meningkatknya hubungan kekeluargaan.

    Ketiga, peningkatan kemampuan berkembang secara mandiri, diukur dari kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri atau atas usaha sendiri, dan kemampuan mengembangkan atau mengelola usaha.

    Dari praktik baik yang dilakukan BUMNag Maju Bersama, kita dapat memetik pelajaran tentang pemberdayaan dan penguatan masyarakat desa melalui peningkatan peran modal sosial dan partisipasi masyarakat. Modal sosial masyarakat mampu mewarnai hampir semua aspek kehidupan masyarakat desa, sehingga mampu mendorong keberhasilan pembangunan desa, khususnya di Nagori Wonorejo.

    Untuk mengembangan ekonomi desa diperlukan komitmen pemerintah dalam upaya membina dan menyadarkan masyarakat terhadap program pembangunan nagori. Partisipasi masyarakat menjadi unsur penting keberhasilan pembangunan, baik di tingkat nasional, daerah maupun di tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Simalungun mengapresiasi inovasi desa di Nagori Wonorejo dengan memberikan bantuan alat pembuat pakan ikan.

    Untuk meningkatkan keberhasilan pembangunan desa, maka jejaring kerja (kelompok), nilai kepercayaan dan kerjasma (kemitraan) sebagai dimensi modal sosial perlu ditingkatkan, baik sesama masyarakat, antara masyarakat dengan pemerintah maupun antar unsur pemerintah di tingkat nagori.

    Nilai-nilai modal sosial yang dipercaya masyarakat dapat memberikan motivasi untuk bekerja lebih produktif, untuk mendorong percepatan keberhasilan pembangunan nagori, pemberdayaan masyarakat nagori, khususnya dalam menggerakkan ekomomi masyarakat di Nagori Wonorejo.

    %d blogger menyukai ini: