Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, sukses dikelola Pemerintah Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), melalui pengucuran modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes Sumber Rejo yang dikelola Desa Sidorejo, memiliki unit bisnis toko ritel modern bernama BUMDesmart. Sejak didirikan pada November 2017, BUMDesmart sudah mengantongi omset hingga ratusan juta perbulan.

BUMDesmart berkembang secara pesat dalam waktu yang singkat. Kurang dari satu tahun, omset Bumdesmart sudah mencapai Rp 209 juta perbulan. Beragam kebutuhan warga disediakan di Bumdesmart sehingga warga tidak perlu ke kota di Musi Banyuasin yang berjarak puluhan kilometer. Tak berlebihan bila BUMDesmart turut meningkatkan ekonomi para warga Desa Sidorejo, sekaligus menekan angka pengangguran di desa tersebut.

Nama Inovasi BUMDesmart
Pengelola BUMDes Sumber Rejo Desa Sidorejo
Alamat Desa Sidorejo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan
Kontak Pujiyono
Telepon +62-813-5573-8095

Usaha ini juga mendukung kelompok usaha perempuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Ada sekitar 30 prosen dari keseluruhan produk yang dijual di BUMDesmart, merupakan produk olahan warga Desa Sidorejo. Praktik inovatif ini menuai apresiasi positif dari banyak pihak karena membantu promosi dan pemasaran produk lokal.

BUMDesmart memang dibentuk dari dan untuk masyarakat desa, salah satunya lapangan pekerjaan bagi warga desa. Lokasi Bumdesmart dipilih yang paling strategis di antara beberapa desa. Efeknya, peningkatan transaksi cukup tinggi. Bahkan, minimarket modern ini juga kian diminati para anak muda di sekitar, dengan adanya fasilitas Wifi gratis.

BUMDesmart ini diproyeksikan menjadi toko grosir. Tujuannya jelas, untuk memenuhi kebutuhan warung-warung di sekitar Desa Sidorejo. Anggaran bantuan modal dana desa untuk pemerintah daerah, sudah dianggarkan di tahun 2018 untuk merealisasikan program ini.

Dengan harga grosir, pengelola warung kecil bisa mengambil barang ke BUMDesmart, dengan harga terjangkau dan hemat uang transportasi. Para pengelola warung di desa biasanya membeli barang jualannya di pusat Kabupaten Musi Banyuasin. Jarak Desa Sukorejo ke pusat Kota Musi Banyuasin memakan waktu satu jam. Tentu terjadi inefisiensi waktu, tenaga dan uang.

Desa Sidorejo menjadi contoh baik bagi desa dalam mengembangkan Badan Usaha Milik Desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melalui Subdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa (KKMD) mendukung inisiatif tersebut dengan dukungan pengembangan kapasitas. Desa ini dilibatkan dalam Bimbingan Teknis Kerjasama dan Kemitraan Bisnis untuk tingkat Provinsi Sumatra Selatan.

%d blogger menyukai ini: