Desa Sebamban Lama memiliki potensi sumber daya pertambangan yang melimpah. Selama ini pengelolaannya hanya dilakukan oleh perusahaan yang investor dalam kegiatan usaha pertambangan. Biaya yang tinggi memang tidak memungkinkan desa mengelola sendiri usaha tersebut. Namun dampaknya, masyarakat akhirnya juga kesulitan ikut andil dan mendapat manfaat ekonomi dari keberadaan perusahaan pertambangan di sana.

Nama inovasi :   Kerjasama Jasa Angkutan Masyarakat & Pihak Ke-3
Pengelola : BUMDesa
Lokasi/alamat : Desa Sebamban Lama Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)
Contact person : Syarfani (Kepala Sebamban Lama Indah)
Telepon/HP/email : +62 852 4835 3691

Desa kemudian melakukan negosiasi kepada perusahaan-perusahaan pengelola tambang. Selain itu juga dilakuan pembentukan BUMDesa serta peningkatan kapasitas para pengelolanya. Selain membentuk BUMDesa, Musyawarah Desa juga menyusun peraturan kerja sama dengan pihak perusahaan.

Kesempatan BUMDesa menjalin kerja sama dengan pihak ketiga praktis juga membuka peluang peningkatan partisipasi ekonomi masyarakat desa. Masyarakat yang berminat untuk andil dalam usaha pertambangan bisa terlibat secara gabungan melalui usaha yang dikelola BUMDesa, diantaranya usaha jasa layanan angkutan  batu bara.

Pemerintah Desa dan Pengelola BUMDesa kemudian mengumumkan kepada masyarakat yang ingin ikut serta dalam usaha bersama BUMDesa. Mereka harus memenuhi ketentuan standart jasa layanan angkutan batu bara dan ketentuan pembagian keuntungan dalam AD/ART BUMDesa.

Masyarakat Desa pun antusias dalam memasukan angkutan pribadi untuk dikelola BUMDesa. Sebanyak 38 Unit angkutan Batu Bara telah ikut serta dalam usaha BUMDesa. Selain membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mudahnya akses masyarakat bekerja sama dengan pihak ketiga, kegiatan ini juga mampu memberikan PADes yang cukup besar sehingga Desa bisa mandiri dan mampu melaksanakan pembangunan.

Kolaborasi ini sekaligus menjawab keterbatasan Dana dan Sumber Daya Manusia dalam memanagement usaha besar. Agar bisa berjalan efektif dan akuntabel, telah pula dilakukan penyusunan peraturan dan SOP untuk ikut serta dalam pertambangan.

Ke depan, kelemahan Dana dan Sumber Daya Manusia diharapkan dapat diatasi melalui usaha bersama, peningkatan kapasitas pengelola dan manajemen keuangan BUMDesa. Pengelola perlu mengidentifikasi usaha-usaha baru yang dapat dikembangkan dari hasil keuntungan jasa angkutan, termasuk bidang-bidang usaha yang tidak berhubungan dengan pertambangan.*****

%d blogger menyukai ini: