Saat musim panen raya, produksi gabah sangat melimpah. Biasanya petani menjual hasil panennya ke tengkulak, meski harganya murah. Bahkan, tak jarang tengkulak membeli gabah di bawah standar harga yang ditetapkan pemerintah. Untuk memutus jerat tengkulak, Desa Medewi mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dewi Lestari. Salah satu unit bisnis di BUMDes adalah menampung dan membeli gabah petani dengan harga yang sesuai pasar sehingga petani tidak merugi.

Desa Medewi terletak di Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Sebagian besar masyarakat Desa Medewi berprofesi sebagai petani. Umumnya, petani mengolah lahan basah (sawah) untuk ditanami padi. Padi menjadi komoditas unggulan desa. Selain itu, petani juga menanam sejumlah jenis palawija dan sayur-mayur sebagai varietas sampingan di pematang atau kebun.

Masalah utama yang dihadapi petani padi adalah rendahnya harga produk pertanian pada saat musim panen raya sehingga merugikan petani. Sebaliknya, pada saat musim paceklik, harga produk pertanian tinggi sehingga akan memberatkan konsumen. Situasi itu tentu merugikan petani, terlebih pendapatan petani yang sudah rendah menjadi semakin rendah lagi karena jerat tengkulak yang menguasai harga komoditas.

Nama Inovasi Perdagangan Beras Medewi
Pengelola BUMDes Dewi Lestari
Alamat Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali
Kontak I Kadek Dwi Merta Ardana (Direktur BUMDES Dewi Lestari)
Telepon +62-819-1636-6454

Unit bisnis BUMDes Dewi Lestari melakukan pembelian gabah petani saat panen raya. Lalu, gabah dikeringkan hingga kadar airnya 14 prosen sehingga siap giling. Setelah proses penggilingan menjadi beras, BUMDes Dewi Lestari melakukan pengepakan (packaging) dalam kemasan 5 kg, 10 kg, dan 25 kg. Akhirnya, BUMDes memasarkan beras ke publik dengan pendekatan local branding, yaitu Beras Lokal Medewi. Beras yang diproduksi BUMDes dijamin bebas bahan pengawet dan pemutih (bahan kimia) sehingga sehat dikonsumsi.

Fase awal menjalankan bisnis beras ini memang tidak gampang. BUMDes Dewi Lestari bekerja keras meyakinkan sekaligus menjalin kerjasama dengan petani untuk pembelian hasil panen (gabah). Mereka berani berhadapan dengan kekuatan tengkulak yang menguasai pasar gabah. Berkat dukungan Pemerintah Desa Medewi dan komitmen BUMDes Dewi Lestari untuk membeli gabah petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintah maka bisnis itu mampu berjalan. Akibat harga beli gabah meningkat, maka pendapatan petani semakin besar.

Untuk pemasaran produk, BUMDes Dewi Lestari menggandeng seluruh BUMDes di Kecamatan Pekutatan, melalui Forum BUMDes Kecamatan, sebagai mitra utama. Untuk membangun branding produk, BUMDes Dewi Lestari memanfaatkan media sosial. Mereka sadar bahwa dunia bisnis tengah memasuki era digital, karena itu segala bentuk informasi bisa diperoleh dengan cara cepat, efektif, dan ter-update. BUMDes Dewi Lestari sangat mengandalkan pemasaran produk secara on-line, selain memasarkan produk secara tradisonal melalui jaringan pedagang beras yang sudah ada.

Kini unit bisnis BUMDes Dewi Lestari mampu menyumbang pendapatan asli desa cukup besar. Ke depan, BUMDes Dewi Lestari membutuhkan dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha, sekaligus membangun gedung tempat usaha yang memadai.

Inovasi desa seperti yang dilakukan Desa Medewi menjadi sumbangan nyata gerakan desa membangun Indonesia. Desa Hebat, Indonesia Hebat!

%d blogger menyukai ini: