Melalui teknik budidaya air inilah, pembudidaya ikan mengkondisikan air beserta kolam atau plasma budidaya ikan sehat dan bernutrisi.

Dengan air yang sehat, di lokasi plasma ikan akan muncul dan tumbuh berbagai makhluk hidup terutama plankton, alga dan sebagainya yang bisa menjadi pakan ikan secara alami.

Sementara untuk pakan ikan menggunakan pupuk atau limbah organik dengan teknik fermentasi sehingga menghasilkan maggot (belatung) sebagai pakan ikan sehingga menjadi lebih efisien dan menghemat pakan pelet.

Budidaya ikan dengan teknik aqua culture (budidaya perairan) dikembangkan Komunitas Petani Organik Sejahtera (Kompos) Ciptarasa, Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas.

Dengan keberhasilan budidaya inilah, produk benih ikan lele organik semakin dilirik oleh para pedagang hingga pembudidaya ikan lokal dan luar daerah.

Teknik ini merupakan bentuk pemeliharaan dan penangkaran berbagai macam hewan atau tumbuhan perairan yang menggunakan air sebagai komponen pokoknya

Teknik Aqua Culture ini juga telah menjadi bahan studi banding bagi pembudidaya ikan dari wilayah Banyumas hingga akademisi. Pasalnya dibandingkan dengan teknik budidaya ikan yang lain, teknik ini mempunyai kelebihan berupa efisiensi pakan, media budidaya dan biaya operasional cukup rendah.

Sementara produktivitas ikan organic cukup tinggi sehingga lebih menguntungkan.

Menggunakan sistem budidaya ‘aqua culture’ atau budidaya air, 12 orang anggota komunitas ini terbukti berhasil menyelenggarakan perikanan organik sehat berkelanjutan. Berkat kerja keras dan cerdas komunitas, kini omset penjualan benih ikan menjadi belasan juta per bulan

Penggagas/ Narahubung
Slamet Mubarok

%d blogger menyukai ini: