Desa Paran menghadapi masalah sampah. Perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan masih cukup tinggi. Lalu, Desa Paran berinovasi mengolah sampah plastik menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi yaitu Baju Daur Ulang Sampah atau (Badusa). Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dikelola oleh Kader Kesehatan Keliling (Kesling) dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Desa Paran terletak di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Usulan untuk mengelola sampah menjadi produk daur ulang muncul di Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Lalu, petugas Kesling yang bertugas membina kader kesling, ibu-ibu PKK, dan masyarakat membentuk kelompok untuk merealisasikan gagasan itu.

Nama Inovasi Baju Daur Ulang Sampah (Badusa)
Pengelola Kader Kesehatan Keliling dan PKK
alamat Desa Paran, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan

Kelompok melakukan pengumpulan sampah, pembersihan sampah, pengeringan, mengolah pola, sampai menjahit dan hasil. Masyararakat bersama kader sepakat menamai kegiatan ini dengan sebutan pemberdayaan masyarakat Baju Daur Ulang Sampah atau (Badusa).

Kegiatan pengelolaan sampah dimotori oleh para kader Kesling. Sebagian besar sampah diambil dari rumah ke rumah oleh kader Kesling, sebagian lainnya diantar masyarakat langsung ke balai desa.

Selain baju, kegiatan pengelolaan sampah juga menghasilkan olahan lain seperti keranjang, bunga, tas dan dompet. Mereka berencana untuk menampilkan produk olahan sampah itu dalam lomba desa, pameran, dan disewakan ke publik sebagai kostum karnaval.

Berkat kegiatan pengelolaan sampah, perilaku masyarakat yang tadinya buang sampah sembarangan mulai berubah menjadi memanfaatkan sampah. Dampaknya, lingkungan desa semakin bersih dan sehat.

Kegiatan Badusa juga menambah keterampilan baru bagi masyarakat dan ibu-ibu PKK desa. Dengan adanya keterampilan yang bervariasi maka sumber pendapatan masyarakat desa makin beragam.

Masyarakat desa berharap inovasi ini dapat berkembang sehingga Desa Paran dapat menjadi contoh atau acuan buat desa lain.

%d blogger menyukai ini: