Desa Sanankerto memiliki potensi kebun bambu (arboretum bamboo) dengan 65 jenis bambu. Keberadaan bambu melindungi sumber air di desa ini, terutama sembilan mata air yang ada di Kawasan Wisata Boonpring. Untuk memanfaatkan dan melestarikan arboretum bamboo, Desa Sanankerto berinovasi menetapkan kebun bambu di Kawasan Wisata Boonpring sebagai Museum Bambu.

Desa Sanankerto terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pemanfaatan kebun bambu sebagai Museum Bambu membuat pengelola kawasan wisata lebih fokus ke paket wisata edukasi. Bambu-bambu yang ada dirawat sebagai bentuk pelestarian sumber mata air, namun Desa Sanankerto masih bisa memanfaatkan kebun itu sebagai wahana wisata edukasi maupun penelitian.

Nama Inovasi Arboretum Bamboo sebagai Museum Bambu
Pengelola BUMDesa Kertoraharjo
Alamat Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur
Kontak
  • Drs. H. Samsul Arifin, M.Si (Direktur BUMDes) – 081336473986
  • Mohammad Subur, SE (Kepala Desa)-082232786333
  • Prosesnya pembentukan Museum Bambu cukup panjang. Pertama, Pemerintah desa menginventarisasi jumlah dan jenis bambu yang ada di Kawasan Wisata Boonpring Desa Sanankerto. Lalu, menetapkan arboretum bamboo sebagai kawasan musium bambu di bawah pengelolaan BUMDesa Ekowisata Boonpring.

    Kedua, Pemerintah desa melakukan promosi dan pengelolaan arboretum bamboo sebagai Museum Bambu dan menjadi bagian dari paket wisata edukasi. Pemerintah desa juga merumuskan langkah-langkah untuk perlindungan dan pengembangan bambu, terutama jenis bambu yang belum ada, di kawasan wisata edukasi Boonpring.

    Bambu tidak hanya dimanfaatkan untuk konstruksi rumah, misalnya dinding rumah (gedhek), plafon rumah, dan pagar. Tetapi juga untuk konservasi sumber air, karena memiliki daya tahan menyimpan air. Arboretum Bamboo dapat menjadi laboratorium hidup untuk kebutuhan riset pergutuan tinggi atau pihak-pihak yang memerlukan.

    Konservasi lingkungan seperti musium bambu arboritum bamboo dapat menjadi model konservasi bambu dan sumber mata air, sekaligus sebagai wisata edukasi.

    %d blogger menyukai ini: