Air terjun Indo Ranuang merupakan serpihan surga yang terserak di tanah Polewali Mandar. Para pencinta wisata alam merasa tak lengkap, jikalau tidak menyempatkan diri mengunjungi pesona air terjun Indo Ranuang.

Air terjun Indo Ranuang terletak di Dusun Buangin, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Untuk bisa sampai pada di lokasi air terjun Indo Ranuang, Anda akan menempuh jarak, kurang lebih 5 KM dari jalan poros Mamasa, dengan melewati wisata permandian alam “Limbong Sitodo” yang berada di daerah Pokko.

Nama Inovasi Air terjun Indo Ranuang
Pengelola Pemerintah Desa Kunyi
Alamat Dusun Buangin, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat

Kurang lengkap rasanya, jika anda berkunjung ke Desa Kunyi, tidak mampir sejenak ke wisata air terjun Indo Ranuang. Pesona eksotis alamnya, sungguh memanjakan mata, dan Anda akan disuguhkan juga dengan pemandangan dari deretan pohon-pohon rindang seperti coklat, langsat, dan lain-lain yang masih kehijauhan alami menarik hati.

Selain keindahan alamnya yang masih alami, Anda juga akan berjumpa dengan kesegaran airnya. Aliran air sungai yang mengalir dari mata air, kata para orang tua berasal dari Sepang, Kabupaten Mamasa.

Untuk sampai ke air terjun, Anda bisa berjalan kaki bagi kalian yang takut melalui tranportasi sepeda motor. Sesampainya di sana, Anda akan disambut pesona indahnya air terjun. Keindahan air terjun Indo Ranuang tersebut tidak sendiri karena ada juga air terjun yang tidak kalah eksotisnya, seperti air terjun Limbong Kamandang, dan air terjun Limbong Bulawan.

Namun, akses ke air terjun Indo Ranuang, masih butuh perhatian dari pemerintah setempat, baik itu pemerintah Desa, Kecamatan, maupun pemerintah Kabupaten, untuk dapat memperbaiki akses jalan, agar bisa di jangkau dengan mudah oleh para pengunjung.

Air terjun Indo Ranuang punya sejarah mitologi dari para cerita tomatua kappung (orang tua kampung) turun-temurun. Cerita mitos tomatua inilah yang kemudian menjadi dasar cikal bakal pemberian nama Salu Dulang.

Dalam sejarah masyarakat Kunyi yang pelopori cerita tomatua kappung (orang tua kampung) nama Salu Dulang terdiri dari dua kata, yaitu kata “Salu” diartikan sebagai sungai sedangkan “Dulang” diartikan sebagai nampan yang terbuat dari kayu, alumunium, dan baja. Biasanya di gunakan sebagai alas makanan untuk disajikan. Di suatu daerah penggunaan Dulang banyak macamnya. Untuk daerah Kunyi, konon ceritanya, Dulang yang di gunakan tempo dulu terbuat dari alumunium. Bentuk Dulang tersebut mirip dengan baskom.

Nama tersebut berasal dari kisah seorang Ibu (Indo) bernama “Indo Ranuang”. Indo tersebut meninggal dengan tragis karena bunuh diri, dari ketinggian kurang lebih 30 meter dari atas air terjun menggunakan Dulang sambil mendudukinya. Bunuh diri dilakukan Indo Ranuang dilatarbelakangi persoalan sakit hati kepada warga.

Konon katanya, saat setelah Indo Ranuang bunuh diri dari ketinggian air terjun tersebut, warga setempat melakukan pencarian di sekitar air terjun, sepanjang sungai mereka susuri mencari jasad Indo Ranuang. Berbulan-bulan lamanya mereka mencari, namun usaha mereka sia-sia, jasad Indo Ranuang tidak juga ditemukan. Katanya sampai sekarang jasad tersebut entah berantah tak tahu rimbahnya.

Sumber: Pattae.com